Tampilkan postingan dengan label Tekno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tekno. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Januari 2013

Pria Saudi Ciptakan 'Tas Sekolah Pintar'


Khalid al Jabal (31 tahun) membuat pendekatan inovatif dalam dunia pendidikan. Pria asal Arab Saudi ini mendesain sebuah sistem menyeluruh dan praktis dalam sebuah 'Smart Bag' atau tas pintar. Ia mengklaim temuannya akan memudahkan para siswa, guru dan orangtua. 

"Smart Bag merupakan bagian dari sistem yang berisi perangkat lunak khusus bagi guru, administrasi sekolah dan program bagi orang tua," kata al Jabal seperti dikutip dari Alarabiya, Senin (21/1). 

Ia melanjutkan, Kementerian Pendidikan mempunyai program sendiri sebagai manajemen sentral. Keseluruhan program tadi terangkum dalam Smart Bag dan sistem elektronik sekolah. 

Smart Bag adalah tas punggung kecil dengan berat 1,5 kilogram. Di dalamnya terdapat komputer tablet. Gadget tersebut berisi program pendidikan dan terkoneksi dengan guru, siswa lain, orangtua dan administrator jaringan. 

"Di rumah, siswa bisa berkomunikasi dengan guru dengan cara mudah. Terdapat forum untuk tiap pelajaran. Forum itu ditujukan agar siswa dan guru bisa berkomunikasi. Jika ada pertanyaan dari siswa, ia bisa bertanya di forum dan saat guru menjawab, semua siswa bisa melihatnya," ujar al Jabal. 

Fitur yang tidak kalah canggih adalah orangtua bisa melacak keberadaan anaknya. Bagian dari sistem Smart Bag membutuhkan setting terlebih dulu dengan gerbang elektronik. Ketika siswa melewati gerbang itu di sekolah, sebuah pesan akan terkirim ke orangtua. Layanan ini merupakan pilihan. 

Dengan sistem ini, orang tua atau pengasuh anak tidak perlu datang ke sekolah karena ada laporan harian yang dikirim. Waktu datang dan pulang anak juga tercatat dalam laporan. Kemajuan akademis dan perilaku anak juga bisa dimonitor. 

Dalam situasi tertentu, misalnya bahaya, ada tombol khusus yang sewaktu-waktu bisa digunakan untuk memperingatkan guru dan orangtua. Temuan Jabal ini telah menarik investor untuk memproduksinya. 

Al Jabal mengatakan materi pelajaran yang dimasukkan dalam komputer tablet bisa mencegah anak-anak membawa buku pelajaran yang berat ke sekolah. Menurutnya, anak-anak bisa membawa buku pelajaran seberat 15-20 kilogram ke sekolah. 

Sebuah sekolah di tempat tinggal al Jabal di Jawf telah setuju membeli 500 Smart Bag dan mengimplementasikan sistem tersebut. Al Jabal berharap banyak sekolah lain di Saudi yang membeli inovasinya.



Minggu, 20 Januari 2013

Lukisan Mona Lisa Dikirim ke Bulan


Lukisan Mona Lisa dikirim ke Bulan. Bukan lukisan sebenarnya, namun lukisan digital Mona Lisa dalam bentuk pecahan-pecahan data. Lukisan dikirim ke wahana antariksa yang mengorbit Bulan, Lunar Reconaissance Orbiter (LRO).

Lukisan karya Leonardo da Vinci tersebut dikirim lewat sinar laser dari stasiun Next Generation Satellite Laser Ranging di Goddard Space Flight Center, Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA), Maryland. 

"Ini pertama kalinya manusia mampu melakukan komunikasi satu arah ke luar angkasa dengan laser. Di masa depan, komunikasi laser ini bisa menjadi alternatif komunikasi radio. Jauh lagi ke depan, dimungkinkan komunikasi laser dengan kecepatan lebih tinggi daripada komunikasi radio saat ini," kata David Smith, peneliti yang terlibat proyek LRO, seperti dikutip Space, Kamis (17/1/2013).

Dalam ujicoba pengiriman dengan laser kali ini, LRO dipilih karena telah dilengkapi peralatan penerima laser. Kebanyakan wahana antariksa yang mengeksplorasi Tata Surya saat ini hanya punya peralatan penerima gelombang radio.

Untuk mengirim, NASA memecah lukisan digital Mona Lisa menjadi pecahan data berukuran 150 x 200 piksel. Data kemudian dikirim satu per satu dengan kecepatan 300 bit per detik, masih sangat lambat. 

Setelah diterima wahana antariksa, pecahan data digabungkan dan distorsi dikoreksi. Hasil rekonstruksi pecahan data dikirim lagi lewat gelombang radio ke Bumi. Dengan demikian, peneliti NASA bisa memastikan keberhasilan percobaan.

Keberhasilan ini bakal melandasi teknologi wahana antariksa pengorbit Bulan di masa depan. Richard Vondrak, peneliti proyek LRO lainnya, teknologi pengiriman lewat laser lebih baik akan dimiliki misi ke Bulan berikutnya, Lunar Atmosphere and Dust Environmental Explorer. Misi bertujuan memetakan lingkungan dan atmosfer Bulan itu akan segera diluncurkan.