Tampilkan postingan dengan label Pasutri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasutri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Januari 2013

Penyebab Vagina Berdarah Setelah Senggama



Melakukan hubungan intim merupakan kebutuhan biologis setiap pasangan yang sudah berkeluarga. Namun setelah melakukan hubungan intim, ada beberapa wanita yang mengalami pendarahan pada vagina. Mengalami pendarahan vagina setelah melakukan hubungan intim bisa terjadi pada siapa saja. Hanya saja pendarahan vagina ini perlu diidentifikasi penyebabnya agar tidak menjadi masalah serius. Berikut ini saya paparkan 4 penyebab terjadinya pendarahan pada vagina setelahmelakukan hubungan intim sebagaimana yang dikutip dari livestrong.Yuk kita bahas satu per satu



Pendarahan Selaput Dara

Pendarahan pada selaput dara bisa terjadi pada setiap wanita saat menjalani malam pertama. Pada saat penetrasi untuk pertama kalinya, biasanya selaput dara akan robek dan menyebabkan rasa nyeri dan keluarnya darah selama terjadinya hubungan intim bahkan setelah selesai. Biasanya pendarahan ini terjadi sebentar saja, dalam beberapa kasus ada yang mengalami pendarahan hingga seminggu. Penyebab Vagina Berdarah Setelah Senggama INi disebabkan karena selaput dara wanita yang bersangkutan cukup tebal dan membutuhkan waktu untuk mengikis kapiler darah yang tersisa.


Vagina Kering
Ini umumnya terjadi jika pada saat melakukan hubungan intim, lendir vagina tidak keluar secara optimal sehingga pelumasan yang terjadi sangat mini

m. Akibatnya ketika dilakukan penetrasi, gesekan pada dinding vagina yang tanpa pelumas yang cukup ini menyebabkan dinding vagina mengalami lecet dan berdarah. Biasanya terjadi pada wanita saat memasuki fase menopausenya. Pelumas buatan perlu anda pertimbangkan agar tidak mengalami pendarahan lagi ketika akan berhubungan intim


Penyakit Menular Seksual
Penyakit menular juga sering menjadi penyebab terjadinya pendarahan pada saat melakukan hubungan intim. Terapi dan pengobatan yang lebih serius perlu anda lakukan untuk menghentikan penularan dan menyembuhkan penyakit anda. Anda harus menanganinya dengan cepat agar pasangan anda juga tidak tertular penyakit tersebut.


Infeksi Pada Rahim
Infeksi pada rahim sering juga menjadi penyebab terjadinya pendarahan pada vagina setelah melakukan hubungan intim. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh virus dan harus segera ditangani dokter sebelum terlambat. Keterlambatan dalam menangani infeksi rahim ini bisa menyebabkan anda tidak memiliki anak karena bisa berujung pada pengangkatan rahim bahkan bisa membahayakan nyawa anda


Like This..?? Share This Article..........

Rabu, 23 Januari 2013

Penis Bakal Susut Kalau Jarang Dipakai


Organ vital pria ini bisa mengalami penyusutan ukuran kalau jarangdigunakan untuk aktivitas seksual. Seperti halnya organ lainnya, jika tidak dimanfaatkan menyebabkan berkurangnya elastisitas lapisan kolagen yang berada di sekeliling serabut bilik ereksi dan mengecil ukurannya.

Irwin Gldstein, MD dari Alvarado Hospital, AS, mengatakan, pria yang sampai usia 40 jarang bercinta atau onani, testisnya juga turut menyusut. Kalau ukuran penis awalnya 6 inci di usia 30 tahun, maka bisa menyusut menjadi 5 inci saat usia 60-70 tahun.

Penyusutan juga dialami pria yang mengalami kegemukan. Dalam tubuhnya, ada penumpukan lemak yang menyumbat aliran darah menuju penis. Tidak lancarnya alian darah menjadikan penis tampak kecil.

Seksolog dr. Boyke Dian Nugraha menambahkan, keengganan pria melakukan seks di usia lanjut sebenarnya juga dipicu faktor alamiah dari usianya. Semakin tua pria, biasanya juga dibarengi penurunan hormon testosteron yang memengaruhi hasrat seksual. Fungsi organ dan otot melemah sehingga malas memakai lagi penisnya. Dan, bertambah susutlah penis tersebut. Meski begitu. susutnya penis juga bakaldialami pria lebih muda, kalau mereka juga jarang menggunakannya.

Kalau tidak sering digunakan, ya bisa menyusut juga, meski umurnya belum tua-tua amat, kata Boyke seperti disitat situs PakarSeks.

Namun, Boyke menandaskan, sebenarnya banyak pria masih mampu melakukan hubungan seksual sekali pun usia sudah lanjut. Bisa dengan seks dengan pasangan atau onani. Tapi, pastinya kekuatan dan frekuensinya tidak sama ketika masih muda dulu


Like This..?? Share This Article..........

7 Mitos Paling Konyol Yang Pernah Ada



SEMENJAK muda, ada banyak hal yang kerap dibicarakan orang perihal seks. Ada yang kita dengar dari teman atau kita lihat dari media. Seks adalah topik yang tidak pernah ada akhirnya untuk dibicarakan.

Namun, informasi palsu tentang seks juga ada di mana-mana sekarang. Jika Anda memiliki keraguan dan mempertanyakan mana yang benar, berikut beberapa mitos beserta fakta tentang seks yang kerap kita dengar.

1. Ukuran, lebih besar lebih baik

Apakah Anda merasa intensitas kepuasan Anda bergantung pada ukuran organnya? Salah. Hanya sekitar 4 sentimeter atau seperempat saluran vagina mengandung syaraf sensorik untuk rasa gairah dan orgasme. Jadi, mengapa buang waktu mencoba untuk merangsang dua pertiga internal saluran vagina? Fokuskan perhatian Anda pada hal-hal yang lebih penting.



2. Afrodisiak alami bisa menambah libido

Makanan afrodisiak seperti tiram dan stroberi bisa menambah gairah Anda? Nyatanya itu hanyalah efek plasebo. Misalkan saja, jika Anda percaya tiram dan cokelat bisa merangsang secara seksual, Anda akan sangat mungkin menjadi terangsang setelah mengonsumsinya mereka. Afrodisiak tidak memiliki pengaruhyang dapat dibuktikan terhadap libido.



3. Pria lebih sering berpikir seks daripada perempuan

Perempuan juga memikirkan seks seperti pria. Ketika Anda berusia 18 tahun dengan hormon yangbergejolak, ada kemungkinan Anda mungkin akan tidur, makan, dan bermimpi tentang seks. Setelah usia tertentu, dorongan seksual laki-laki dan perempuan memang akan menurun. Ini juga tidak berarti bahwa hanya pria yang lebih berani untuk seks, perempuan juga.



4. Perempuan tidak suka pornografi

Tidak semua perempuan itu melankolis ingin kelopak mawar di tempat tidur mereka. Dan tidak semua perempuan ingin bercinta dengan kelembutan. Dan yang lebih seru, perempuan nyatanya menikmati pornografi dan memiliki fantasi seks juga.



5. Anda tidak akan hamil jika berhubungan seks saat menstruasi

Salah! Nyatanya sperma dapat tetap hidup dalam diri Anda selama beberapa hari, terutama jika Anda memiliki siklus pendek.



6. Perempuan harus mengalami orgasme, jika tidak, ia tidak normal

Ini benar-benar mitos. Beberapa perempuan sebenarnya mengalami orgasme dan tidak tahu tentang hal itu. Pada beberapa perempuan, otot panggul memang tidak berkontraksi banyak. Jadi, jika merasa belum maraih orgasme, jangan panik. Anda masih sangat normal.



7. Setiap wanita memiliki G-spot

Ya, memang benar setiap perempuan memiliki G-spot, tapi tidak setiap G spot adalah zona sensitif seksual. Jadi jika Anda tengah berusaha mencari G spot, jangan membuang-buang waktu. Fokus saja pada zona erotis lainnya


Like This..?? Share This Article..........

Selasa, 22 Januari 2013

Avanafil: Viagra jenis baru?


Avanafil: Viagra jenis baru?Pasar obat untuk disfungsi ereksi pada pria mungkin akan mendapat pendatang baru dengan dicobanya sebuah obat baru bernama Avanafil. Avanafil adalah obat sekelas Viagra, Levitra, dan Cialis yang bisa berfungsi cepat dengan lebih sedikit efek samping.
Namun, apakah Viagra jenis lain ini benar-benar dibutuhkan?
"Tidak, kita tidak membutuhkan Viagra jenis lain, tetapi ini bisa diterima untuk alasan kompetisi yang sehat. Kami perlu obat dengan harga yang sesuai untuk para pengguna. Lagipula obat ini tidak benar-benar sama dengan Viagra," kata Dr Ira Sharlip, seorang profesor bidang urologi di UC San Frnasisco dan mantan presiden International Society for Sexual Medicine. "Aku mengatakan ini karena reaksi obat tersebut lebih cepat dari Viagra, walaupun kami belum pernah benar-benar membandingkannya secara langsung."
Viagra ditemukan pada akhir abad 20-an yang kemudian membuat revolusi dalam bidang seksual dan mengganti kata "impotensi" dengan "disfungsi ereksi," atau ED (Erectyle Disfunction). Seperti Viagra dan kompetitor lainnya, Avanafil dapat meningkatkan aliran darah pada penis untuk membantu pria mengalami ereksi. Namun, daya jual utama Avanafil adalah bahwa obat ini dapat menhasilkan ereksi dengan cepat, tak lebih dari 15 menit.
"Efek dan reaksi yang cepat sangat penting bagi para pria, terutama bagi mereka yang mencari pengobatan untuk ED," kata Sharlip, seperti dilansir oleh ABC News.
"Pria yang memiliki pola hubungan seksual yang tetap, misalkan setiap Sabtu malam, mungkin tidak memerlukan Avanafil. Tetapi mereka yang memiliki hubungan seksual yang tidak teratur akan menyukainya," prediksi Sharlip. "Jika anda perhatikan, Anda hanya perlu menelan satu pil, lalu sudah 'siap' dalam 15 menit."
Penelitian juga memperlihatkan bahwa Avanafil lebih cepat dibersihkan oleh tubuh dibandingkan dengan obat-obatan untuk ED lainnya. Dalam penelitian kedua, Avanafil bekerja dengan menghasilkan tekanan darah yang lebih rendah pada pasien dengan kelainan jantung yang mengonsumsi nitroglycerin. Pada penelitian fase ketiga, diketahui bahwa Avanafil tidak memberikan efek samping seperti pandangan yang berubah biru atau priapism yang biasa terjadi pada pengguna Viagra. Dalam kasus lain, pria yang mengonsumsi PDE5 dikabarkan seringkali mengalami kesulitan pendengaran, atau kehilangan pendengaran sama sekali.
Sharlip mengatakan bahwa efek samping yang jarang terjadi seperti priapism atau penglihatan yang berubah biru sangat berpengaruh pada pasien. Sejauh ini Avanafil menghasilkan efek samping seperti sakit kepala, sakit punggung, dan hidung tersumbat.
Avanafil telah diterima untuk digunakan di Korea. Sementara Badan Pangan dan Obat-obatan Amerika masih akan meninjau Avanafil melalui perusahaan pembuatnya, Mitsubishi Tanabe Pharma Corp. Baru-baru ini Badan Pangan dan Obat-obatan Amerika meloloskan obat untuk disfungsi ereksi dengan nama Staxyn, sebuah versi vardenafil yang bisa larut di bawah lidah, tak perlu ditelan.


Like This..?? Share This Article..........

Wanita langsing lebih garang di atas ranjang


Para peneliti Skotlandia menemukan bahwa wanita yang memiliki pinggul ramping lebih mahir dalam memuaskan pria. 

Menurut kebanyakan pria, wanita yang memiliki pinggul kecil lebih menarik secara fisik karena menawarkan sensasi seks yang lebih memuaskan. Hasil studi ini juga didukung oleh penelitian sebelumnya yang mengatakan pria dan wanita yang memiliki tubuh ramping terlihat lebih menarik secara seksual. 

Untuk menilai tingkat kepuasan seks pasangan, para peneliti menggunakan kuesioner yang disebutinternational index of erectile function atau dalam bahasa Indonesia indeks internasional fungsi ereksi. Kemudian peneliti juga mencatat seberapa sering peserta studi - 700 pria berusia 35-65 tahun - melakukan hubungan seks.

"Wanita dengan pinggul ramping dianggap lebih menarik secara seksual. Dan itu berdampak pada hubungan seks yang intens, ereksi yang lebih kuat, dan kepuasan yang lebih besar," kata pimpinan studi, Stuart Brody, profesor psikologi di University of West Scotland, seperti dilansir Daily Mail (15/1).

Stuart tidak begitu kaget dengan hasil temuan timnya karena akumulasi kelebihan lemak tubuh sering dikaitkan dengan peningkatan risiko metabolik, penyakit jantung, dan gangguan neoplastik. Efeknya, hubungan seks jadi tidak maksimal karena kurangnya stamina.

Like This..?? Share This Article..........