Tampilkan postingan dengan label Dunia Antariksa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Antariksa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 April 2013

Dicari! Peserta Misi ke Mars, Tapi Tak Akan Bisa Pulang ke Bumi



Anda tertarik mencetak sejarah dengan menjadi manusia pertama yang menapakkan kaki di Planet Mars? Pendaftaran bagi 'astronot' untuk misi pertama ke planet merah itu sudah dibuka. Siapa saja boleh mendaftar. Tapi ingat, perjalanan ini hanya sekali jalan, Anda tidak akan bisa pulang ke Bumi.Misi ini akan dikemas dalam acara reality show yang diproduksi di Belanda. Persyaratan utama bagi

Kamis, 24 Januari 2013

[Sains] Beginilah Sebenarnya Orbit Planet




Hampir semua dari kita yg pernah belajar ilmu alam tentu tau kalo orbit dari planet itu berupa lingkaran yg mengelilingi matahari [sebagai pusat dari tatasurya]

biasanya, apa yg kita lihat di buku adalah bentuk yg seperti ini :









atau bahkan yg paling modern dengan bentuk seperti ini :






tapi, bagaimanakah bentuk sebenarnya dari orbit planet??



 

 sumber | iniunic.blogspot.com | 

Sabtu, 19 Januari 2013

Video Robot NASA Temukan "Tikus" di Mars?

[Image: tprmRwNMhk.jpg]

Robot Curiosity buatan badan antariksa asal Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA) yang menjelajah di Mars sejak Agustus 2012, telah meneliti beberapa material serta tanah di planet merah tersebut.

Kini, misi robot senilai USD2,6 miliar itu kabarnya menemukan objek benda yang tidak asing lagi. Curiosity kabarnya menemukan benda mirip hewan pengerat. Penemuan ini sempat heboh melalui tayangan video Youtube yang diunggah baru-baru ini.

Dilansir Ibtimes, Jumat (7/12/2012), hewan pengerat hidup di Mars? ini merupakan gagasan yang muncul ke permukaan oleh pemburu Unidentified Flying Object (UFO) pekan ini. Ada sebuah perdebatan yang sedang berlangsung di antara mereka yang telah diteliti di Youtube, yakni foto NASA yang diduga diambil oleh NASA Curiosity.

Kendati demikian, objek pada gambar tersebut masih belum diketahui apakah itu merupakan batu yang kebetulan mirip tikus atau hewan pengerat.

Pengunggah video di Youtube tersebut, UFO HuntingClouds merupakan pengamat UFO yang bergelut dalam penelusuran penampakan UFO yang mereka ungkap secara online. "Ini merupakan foto dari guinea pig (tikus belanda) yang ditangkap di Mars oleh Rover Curiosity SOL 52," ungkap akun Youtube tersebut.

Ia mengatakan, ketika gambar lebih didekatkan atau zoom-in, maka Anda dapat melihat dengan jelas bentuk hewan pengerat tersebut. Anda yang penasaran, bisa melihat videonya berikut ini.




 
sumber | iniunic.blogspot.com | 

Penemuan Lubang Hitam Supermassive yang Misterius

[Image: galaksi-baru121025c.jpg]

Para ilmuwan dari berbagai kampus di Amerika Serikat, belum lama ini menemukan black hole atau lubang hitam Supermassive bermassa terendah di Galaksi NGC 4178 melalui teleskop Chandra X-ray Observatory NASA (Badan Antariksa Amerika Serikat) dan beberapa teleskop lain.

Galaksi berbentuk spiral itu, menurut para ilmuwan, bukan jenis galaksi yang mampu menaungi lubang hitam Supermassive dan diperkirakan memiliki asal berbeda.


Lubang hitam Supermassive merupakan tipe lubang hitam terbesar yang menghuni sebuah galaksi dan terdiri dari ratusan hingga jutaan massa matahari.


Melalui analisis data Chandra dan teleskop Spitzer NASA, para ilmuwan memperkirakan lubang hitam itu berada di tengah spiral galaksi dan mempunyai kisaran massa paling rendah dari jajaran lubang hitam Supermassive.


Nilai massa lubang hitam di pusat NGC 4178 itu diperkirakan sekitar 360 ribu kali lipat dari massa matahari dan mampu menarik materi dari lingkungan sekitarnya dengan cepat. Terutama, jika dilihat dari sifat sumber sinar X-nya, termasuk kecerahan dan spektrum.


NGC 4178 merupakan galaksi spiral yang tidak mengandung konsentrasi cerah atau bintang di pusatnya dan terletak sekitar 55 juta tahun cahaya dari bumi.


Selain NGC 4178, para ilmuwan memperkirakan empat galaksi lain tanpa tonjolan juga mengandung lubang hitam supermasif. Dua dari empat lubang hitam di empat galaksi itu memiliki nilai massa seperti lubang hitam di Galaksi NGC 4178.


Sementara, observasi XMM-Newton dari sumber sinar X yang ditemukan dengan teleskop Chandra di pusat Galaksi NGC 4561 menunjukkan massa lubang hitam di galaksi itu 20.000 kali lebih besar dari massa matahari.


Para ilmuwan yang terlibat dalam penemuan lubang hitam Supermassive mini itu antara lain Shobita Satyapal dan Mario Gliozzi dari George Mason University, Teddy Cheung dari National Academy of Science di Washington DC, Anil Seth dari University of Utah di Salt Lake City UT, dan Torsten Boeker dari ESA/ESTEC di Belanda.




sumber | iniunic.blogspot.com | 

Astronom Tak Sengaja Temukan Galaksi Terbesar Sejagat

[Image: 105342_bintang-baru-lahir-di-galaksi-ngc...63_382.jpg]

Galaksi spiral terbesar di jagat maya telah ditemukan secara tak sengaja oleh para astronom.

Awalnya sebuah tim sedang memeriksa data dari satelit Galaxy Evolution Explorer (Galex) untuk wilayah pembentuk bintang di sekitar galaksi yang disebut NGC 6872.


Tapi, kemudian para astronom terkejut saat melihat petak besar sinar ultraviolet dari bintang-bintang muda. Ini menunjukkan bahwa galaksi tersebut sebenarnya cukup besar untuk menampung lima galaksi Bima Sakti di dalamnya.


NGC 6872 merupakan sebuah galaksi berjarak 212 juta tahun cahaya di wilayah perbintangan Pavo. Wilayah Pavo sudah dikenal sebagai salah satu galaksi spiral terbesar.

Tidak jauh dari perbintangan (konstelasi) Pavo terdapat IC 4970, galaksi berbentuk lensa atau lenticular yang tampaknya telah hancur melewati galaksi spiral pada masa astronomikal baru-baru ini.


Rafael Eufrasio, peneliti dari Catholic University of America dan Goddard Space Flight Center NASA beserta koleganya dari University of Sao Paulo Brazil dan European Southern Observatory di Chile tertarik pada sejumlah daerah yang menjauh dari galaksi spiral.


"Saya tidak mencari galaksi spiral terbesar, itu hanya datang sebagai hadiah," kata Eufrasio kepada BBC, Jumat 11 Januari 2013.


Galex yang merupakan teleskop ruang angkasa yang dirancang untuk mencari sinar ultraviolet mengisyaratkan bahwa NGC 6872 terbuat jauh lebih besar oleh tubrukan sinar ultraviolet.


Tim ini kemudian melanjutkan untuk menggunakan data dari berbagai teleskop lainnya termasuk Very Large Telescope, Two Micron All-SKy Survey, dan teleskop ruang angkasa Spitzer. Ternyata, membuktikan bintang-bintang dari berbagai usia. Usia bintang semakin tua semakin ke tengah dalam galaksi spiral.


Formasi bintang yang melakukan perjalanan ke lengan, dipicu oleh tabrakan dengan IC 4970. "Ini sudah dikenal sebagai salah satu yang terbesar selama dua dekade, tapi ini jauh lebih besar dari yang kami duga," jelas Eufrasio.


"Galaksi yang bertabrakan dengan NGC 6872 memercikkan bintang seluruh tempat, sekitar 500.000 tahun cahaya jauhnya," katanya.

"Ini menunjukkan evolusi galaksi dalam konteks yang lebih luas dari alam semesta, bagaimana galaksi besar kita sebelumnya telah bertambah dari gumpalan kecil di alam semesta awal," kata Eufrasio.




sumber | iniunic.blogspot.com | 

Fakta Baru Tentang Galaksi Bima Sakti



Galaksi Bima Sakti, tempat Bumi berada, mungkin sebenarnya hanya setengah besarnya dari yang diperkirakan saat ini, tutur para ilmuwan.

Bintang di ujung Bima Sakti, antara 260.000 dan 490.000 tahun cahaya dari pusat galaksi, secara mengejutkan bergerak perlahan di orbitnya, menurut bukti yang ditemukan peneliti. Massa galaksi dan kecepatan bintang saling terkait, sehingga hasilnya itu dapat memiliki implikasi besar.

"Karena kecepatan ini sangat rendah, massa galaksi kita mungkin jauh lebih rendah dari yang kita perkirakan," tutur peneliti utama Alis Deason dari University of California, Santa Cruz, kepada wartawan pada Rabu (9 Januari) dalam pertemuan Society American Astronomical yang ke-221 di Long Beach, California.

"Jika menyimpulkan sifat dari bintang-bintang yang kita anggap wajar, maka kita menemukan massa Bima Sakti mungkin besarnya hanya setengah dari yang saat ini kita yakini," tambah Deason, yang melakukan penelitian ini saat berada di University of Cambridge, Inggris.

Bima Sakti terdiri dari tiga bagian utama: tonjolan pusat, piringan yang relatif datar dan lingkaran yang mengelilinginya.

Deason dan timnya melihat ke luar lingkaran Bima Sakti, yang jauh melebihi 100.000 tahun cahaya lebar piringan galaksi tersebut. Mereka mengukur kecepatan radial dari sampel lingkaran cahaya bintang menggunakan dua instrumen yang berbeda: teleskop European Southern Observatory 8,2 meter di Chili dan 4,2 meter William Herschel Observatory di Spanyol.

Mereka menemukan bahwa dispersi, atau penyebaran, dari kecepatan lingkaran cahaya bintang adalah sekitar setengah yang terlihat untuk bintang yang lebih dekat ke pusat galaksi.

"Kami cukup terkejut ketika menemukan hal ini," kata Deason.

Dengan menggunakan informasi ini, tim menghitung bahwa massa total dari Bima Sakti dari jarak ekstrem tersebut mungkin antara 500 miliar dan 1 triliun kali dari matahari — jauh lebih rendah dari perkiraan saat ini, tutur Deason.

Namun penelitian terbaru ini belum tentu merupakan kesimpulan akhir massa Bima Sakti, yang tidak dipahami dengan baik.

"Masalahnya adalah, kami benar-benar berada di wilayah yang tidak diketahui," kata Deason. "Kami mengasumsikan sifat bintang-bintang itu sama dengan yang berada di bagian dalam galaksi. Dan ini adalah sesuatu yang benar-benar perlu diverifikasi, apa yang kami asumsikan, dalam hal profil kerapatan mereka dan juga seperti apa orbitnya. "

Penelitian di masa depan dengan informasi ini bisa membantu astronom memetakan distribusi massa di seluruh Bima Sakti, tutur Deason, berpotensi muluruhkan cahaya pada materi gelap yang misterius yang diperkirakan membentuk lebih dari 80 persen dari semua benda di alam semesta.

"Saya pikir kami akan mampu menggunakan pengukuran seperti ini tidak hanya untuk menjelaskan apa itu massa total, tapi juga jika distribusi materi gelap merupakan seperti yang kami perkirakan," katanya. "Saat ini, kami belum mengetahuinya."



sumber | iniunic.blogspot.com |